Tentang Kemerdekaan
- Kemerdekaan
hanyalah di perdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar
dengan tekad Merdeka, - Merdeka atau mati !. [1 Juni
1945 lahirnya Pancasila].
- We want
to establish a state, "all for, all", neither for a single individual
nor for one group, whether it be a group of aristocracy or a group
of wealthy-but, "all for all". Kita ingin mendirikan satu
Negara "semua buat semua", bukan satu Negara untuk satu orang,
bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita
mendirikan Negara "semua buat semua". [1 Juni
1945 lahirnya Pancasila].
- Tokoh
diberi hak atau tidak diberi hak, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak,
pasti akhirnya bangkit menggerakkan tenaganya, kalau ia sudah terlalu
merasakan celakanya diri teraniaya oleh satu daya angkara murka. Jangan
lagi manusia, jangan lagi bangsa walau cacingpun tentu bergerak
berkelegut-kelegut kalau merasakan sakit. [Indonesia
menggugat, hlm. 09]
- Indonesia
Merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang
jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke
dunia sama ratap sama tangis. [Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]
- Jikalau
kita membaca seorang pemimpin Irlandia lain, Erskin Childers berkata,
"Kemerdekaan bukanlah soal tawar-menawar, kemerdekaan sebagai maut,
dia ada atau tidak ada. Kalau orang, menguranginya, maka itu bukan
kemerdekaan lagi". [Indonesia menggugat, hlm. 86]
- Kemerdekaan
untuk merdeka. Kemerdekaan berarti mengakhiri untuk selama-lamanya
penghisapan bangsa oleh bangsa, penghisapan penghisapan yang tak langsung
maupun penghisapan yang langsung. [Pidato KTT Non-Blok, 1- 9
-1961].
- Selama
rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negeri sendiri, maka sebagian
atau semua syarat-syarat hidupnya, baik ekonomi, maupun sosial, maupun
politik, diperuntukkan bagi yang bukan kepentingannya, bahkan bertentangan
dengan kepentingannya. [Indonesia menggugat, hlm. 81].
- Kemerdekaan
adalah jembatan emas. di seberang jembatan, jembatan emas inilah kita
leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah kuat, sehat,
kekal dan abadi. [Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945].
- Tetapi
kecuali daripada itu, maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa
yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul
merdeka, dan bukan merdeka boneka. [Kepada bangsaku hlm. 375].
- Perbaikan
nasib ini hanyalah bisa datang seratus persen, bilamana masyarakat sudah
tidak ada kapitalisme dan imperialisme. [Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]
No comments:
Post a Comment